Warga Yogya Gelar Bike to Remember Menolak Kadaluwarsa Kasus Udin

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Sejumlah elemen masyarakat sipil di DIY, Jumat (15/8)  menggelar Bike to Remember menolak Kadaluwarsa Kasus Udin atau Bersepeda sekaligus Berbagi Komik Udin.
Ketua AJI Yogyakarta, Hendrawan Setiawan mengatakan, filosofi bersepeda itu berjalan ke depan. Harapannya, kasus Udin yang telah belasan tahun belum juga dapat dituntaskan, ke depan itu bisa terselesaikan.
"Finish di titik Nol km, itu pesan kami kepada polisi untuk mengajak bersama-sama menuntaskan kasus ini dimulai dari nol lagi," jelas Hendra kepada wartawan di alun-alun utara.
Baca Juga:  Di Yogyakarta, Harga Hewan Kurban capai Rp 25 juta
Terlebih, sambung dia, penerbitan komik Udin juga merupakan hasil kerjasama jaringan AJI, yaitu Pusham UII dengan Akademi Polisi (Akpol).
Ia juga menambahkan, peringatan 18 tahun meninggalnya Udin rencananya juga digelar di Bandung besok (16/8), berupa Hacking to Remember.
"Acara ini merupakan inisiatif dari masyarakat, sehingga AJI hanya menjadi bagian dari story tellernya," tegas Hendra.
Koordinator Acara yang juga perwakilan dari masyarakat, Kelly Mayasari menganggap, sepeda sebagai sarana yang efisien dan dekat dengan masyarakat Yogyakarta. Dengan begitu, diharapkan masyarakat juga turut peduli dengan upaya perjuangan untuk penuntasan kasus yang menimpa insan pers itu.
Baca Juga:  Mirota Kampus Masih Terapkan Kantong Plastik Berbayar, LKY: Patut Dipertanyakan
"Kami menolak kadaluwarsa kasus Udin," tegas Kelly. 
Ia menjelaskan, ada sekitar 100 peserta yang akan mengikuti relly sepeda kali ini, dengan rute Alun-alun Utara – Ibu Ruswo – Gondomanan – Jalan Mataram – Hotel Garuda – Titik Nol km (Finish). 
Para peserta juga akan membagikan  4 ratusan komik Udin karya Sumiardi dan Andi Pensil Terbang kepada masyarakat secara cuma-cuma. 
"Harapan kami, dengan membaca komik itu, masyarakat lebih paham dan sadar bahwa masih banyak kasus-kasus pelanggaran HAM yang hingga kini belum terselesaikan," ucapnya. 
Baca Juga:  Terjadi Pergeseran Suara Parpol dan Caleg di Sleman, Ini Masukan untuk KPU