Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Belanja Sayur Online

SLEMAN (kabarkota.com) – Sejumlah mahasiswa UGM berhasil menciptakan aplikasi OkeSayur yang memungkinkan masyarakat membeli beragam sayuran dari pasar tradisional, melalui sistem belanja online.

Co-Founder OkeSayur, Nindi Kusuma Ningrum mengatakan, ide awal membangun aplikasi OkeSayur ini berawal dari keprihatiannya terhadap eksistensi pasar tradisional yang semakin melemah karena perubahan gaya hidup modern.

“Kebiasaan berbelanja turut bergeser ke pasar-pasar modern. Aplikasi ini akhirnya dikembangkan sebagai upaya pelestarian pasar lokal,” kata Nindi melalui siaran pers humas UGM, Jumat (7/3/2019).

Menurutnya, beragam sayuran dan kebutuhan dapur yang ditawarkan melalui aplilasi ini diambil dari pasar-pasar tradisional di Yogyakarta dan Klaten. Untuk itu, pihaknya menggandeng sekitar 10 mitra pedagang di pasar tradisional untuk menyediakan sekitar 150 produk, mulai dari sayuran, buah-buahan, seafood, daging, bumbu dapur, dan produk organik.

“Ada 64 macam sayuran, 39 buah, 40-an jenis seafood, 20-an jenis lauk pauk, serta beberapa produk organik,” sebut mahasiswi jurusan Teknologi Informasi Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik (DTETI FT) UGM ini.

Aplikasi yang dibuat pada akhir tahun 2017 ini, awalnya baru menjangkau konsumen di daerah Klaten, Jawa Tengah. Namun saat ini layanan telah meluas di Yogyakarta, Sleman, Bantul, serta Kulon Progo.

Aplikasi ini, selain dapat diunduh melalui playstore, juga bisa diakses melalui laman okesayur.com maupun chatting WhatsApp.

Ketika ada pesanan masuk, mereka akan membelanjakan kebutuhan pelanggan di pasar tradisional kemudian menghantarkannya ke konsumen, dengan batas pemesanan maksimal jam 8 pagi untuk diantar hari itu juga. Namun jika pesan dilakukan setelah jam tersebut, maka pesanan akan dikirim kesokan harinya. Sementara pembayaran, bisa melalui sistem pembayaran transfer bank. Selain itu, pembayaran juga dapat dilakukan secara langsung, saat belanjaan sampai ke tangan konsumen.

Aplikasi ini dikembangkan Nindi bersama dengan Fadlan Hawali, Alvin Novandi, Silvia, Muhammad Fuad Husein dari DTETI FT, dan Donatus Yoga (Sekolah Vokasi), serta Losyiana Luh Jingga (FISIPOL). Lewat aplikasi ini juga berhasil menghantarkan mereka meraih juara 1 kategori pengembangan bisnis teknologi informasi an komunikasi pada kompetisi nasional Gemastik 2018 lalu.

Ke depan, imbuh Nindi, pihaknya akan berupaya memperluas jangkauan layanan pelanggan tidak hanya di wilayah Yogyakarta dan Klaten, namun juga akan menjangkau pasar lokal di berbagai daerah.

“Dengan begitu OkeSayur tidak hanya memberikan manfaat bagi pedagang di pasar tradisional, tetapi juga bagi petani yang ingin menjual hasil pertaniannya secara lagsung ke konsumen tanpa melalui tengkulak,” ucapnya. (Ed-03)